Selasa, 05 Maret 2013

nilai-nilai dasar pergerakan mahasiswa



Pemuda/i indonesiaku

pemuda bangkitlah, jangan berdiam, 
jangan biarkan orang lain berjuang, 
lakukan apa yang seharusnya dilakukan, 
 bahkan ambisi dan ego pun libatkan dalam perjuangan, 
 ambil barisan terdepan garis perjuangan, 
jika hanya berdiam tidak ada perubahan.



Pernahkah saudara merasa bosan dengan rutinitas saudara, atau kebiasaan-kebiasaan yang membuat saudara  merasa jenuh dengan kehidupan ini.  Saya ambil contoh semisal bagi kawan2 kita pemuda/i  yang suka ganti gaya potongan  rambut, model pakaian dan lain sebagainya.  Bosan dengan gaya  yang satu,  maka akan diganti dengan model yang berikutnya, dan seterusnya. Nah, disini saya ingin mencoba menganalisis prilaku kawan-kawan kita ini, dimana ada  keinginan untuk selalu berubah dalam dirinya sendiri, dan menghindari  kebosanan, dan selalu mencari model yang paling ideal. Saya kira saudara/i juga begitu, tidak akan pernah bertahan dengan kebosanan, dan akan selalu bangkit.  Itulah kepedulian kita terhadap pribadi kita
Selanjutnya bagaimana kalau kita mencoba menambah nilai kepedulian sosial kita, biar kita tidak tampak egois dibanding orang lain. Pertanyaannya,  pernahkah saudara memikirkan kepentingan  bersama dengan orang lain? Pernahkan saudara melakukan perubahan mulai dari hal terkecil untuk orang lain? Kenapa muncul pertanyaan ini, dan kenapa perlu di jawab?  Tapi sebelumnya, apakah saudara bisa hidup seorang diri didunia ini?. Tentu saja tidak, makhluk didunia ini saling memiliki ketergantungan. Manusia yang mempunyai landasan etika, bermoral, dan berkhlak mulia dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil.
Sepaham dengan hal itu, mari kita mencoba melihat keluar diri kita. Tentu saja banyak permasalahan  yang membuat kita merasa bosan dengan keadaan yang tanpa ada perubahan, baik di keluarga, kelompok, organisasi, masyarakat dan negara kita ini. Dalam hal ini saya ingin mencoba menjelaskan bagaimana seharusnya kita menghadapi hal ini. Secara khusus bagaimana peranan seorang pemuda menyikapi persoalan di negeri kita yang tercinta ini.
Kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa sebagian pemuda di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran berbangsa dan bernegara. Masyarakat  membutuhkan peranan pemuda untuk membantu memediasi, meng-advokasi masyarakat agar keluar dari himpitan masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan terbantunya masyarakat dari semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena masyarakat itu sendiri yng harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami penderitaan.

            Melihat
persoalan yang sedang dialami oleh pemuda saat ini, tidak ada kata lain bahwa pemuda harus mempersiapkan diri dalam segala hal yang serta merta juga harus membangun kesadaran bahwa dengan mampu menjaga citra pemuda sudah merupakan bagian dari menjaga negara ini dari keterpurukanan tentunya memperkuat identitas kita.

Memperbaharui Pola Pikir Pemuda
Virus pola pikir praktis yang sangat mudah dan cepat merasuki pemuda menjadi musuh utama terhadap perubahan ruh gerakan mahasiswa atau kepemudaan. Oleh karena itu, pemuda yang memilki intelektual, berpikir kritis dan berada dalam perasaan manusia ideal (masih bersih dari politik kekuasaan) saatnya mengubah pola pikir. Pemuda harus tetap dalam rel utama sebagai agent of change untuk melahirkan gagasan baru dalam menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang baru(inovasi) pula.
Pengungkapan ide, gagasan yang bersifat jangka pendek dan kepentingan sesaat harus dihilangkan. Berpikirlah ”organisasional” yaitu memiliki gerak politik strategis yang bersandar pada perjuangan kepentingan bersama, bersifat jangka panjang, bertanggung jawab dan terlembaga dalam sebuah organsisasi. Kepentingan jangka panjang dimaknai sebagai kepentingan konstituen organisasi, kader, pengurus dan kepentingan bangsa pada umumnya yang menjadi format perjuangan organisasi.
Pertama, Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda atau pemuda. Pemuda harus memiliki Nasionalisme yang berdasarkan Pancasila yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Nasionalisme Indonesia adalah perasaan bangga/cinta terhadap bangsa dan tanah airnya dengan tidak memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya. Dalam membina nasionalisme harus dihindarkan paham kesukuan chauvinisme, ekstrimisme, kedaulatan yang sempit. Patriotisme yang bercirikan cinta tanah air, rela berkorban untuk kepentingan nusa dan bangsa, menempatkan persatuan, kesatuan dan keselamatan bansga dan negara di atas kepentingan pribaadi dan golongan, bersifat pembaharuan, tidak kenal menyerah, bangga sebagai bangsa Indonesia.
            Kedua, Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai organisasi memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka mengalami proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Pemuda adalah icon yang mengubah kehidupan bangsa dalam mencetuskan ide strategis dan advokasi yang berakhir pada perjuangan rakyat kecil. Jiwa sensitivitas terhadap fenomena bangsa yang tidak berpihak pada rakyat harus menjadi ruh utama dalam mengawal kebijakan pemerintah, baik lokal maupun nasional.  
            Keempat, Pemuda atau generasi muda harus dapat memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau pressure group agar kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi kepentingan bersama.  Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda-agenda Pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa (responsibilitas yang dapat mendukung akselerasi perubahan.  Pemuda menjadi aktor untuk terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya, tidak terjebak dalam konspirasi ekonomi kapitalis.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda merupakan hal penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena pemuda merupakan penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari perjalan panjang bangsa ini. Pemudaku adalah pemuda indonesia, tidak ada yang lain.


Semoga bermanfaat....